Jumat, 14 Agustus 2015

soal latihan sosiologi kelas X



Kelas X


1.     Sosiologi lahir dari lontaran kekhawatiran seorang ahli filsafat Perancis yang bernama…
a.       Herbert Spencer
b.       Thomas Hobbes
c.       Lester Frank Ward
d.     Max Weber
e.      Auguste Comte
2.   Sosiologi didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, dan menggunakan akal sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa sosiologi bersifat…
a.       Empiris
b.      Teoritis
c.       Kumulatif
d.      Non-etis
e.      Praktis
 3.     Sosiologi memperlajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat. Ini merupakan definisi sosiologi menurut…
A        Selo Soemarjan
b.      Ogburn
c.       Durkheim
d.      Weber
e.      Spencer
 4.    Definisi sosiologi adalah…
a.       Ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia
b.      Ilmu yang mempelajari adat istiadat manusia
c.       Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan alam
d.      Ilmu yang mempelajari terjadinya manusia
e.      Ilmu pengetahuan tentang alam semesta
 5.   Contoh nilai yang sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat antara lain…
a.       Gotong royong
b.      Sikap individualistik
c.       Sikap materialistik
d.      Konsumeristik
e.      Nepotisme
 6.   Suatu perubahan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi pola masyarakat disebut
a.       Usage
b.      Folkways
c.       Adat istiadat
d.      Mores
e.      Custom
 7.      Nilai kebenaran yang berguna bagi rohani manusia bersumber pada…
a.       Kepercayaan terhadap suatu agama
b.      Keyakinan diri sendiri
c.       Perasaan manusia
d.      Unsur akal manusia
e.      Unsur indera manusia
8.   Kehidupan dalam suatu masyarakat akan berjalan tertib dan teratur jika anggota masyarakat sendiri bertindak sesuai dengan yang diharapka, yang berpedoman pada …
a.       Apa yang dikehendaki
b.      Kebiasaan yang telah mendarah daging
c.       Aturan penguasa
d.      Norma yang berlaku
e.      Simbol-simbol kekuasaan
 9.   Nilai-nilai sosial mempunyai fungsi umum, antara lain…
a.       Mengukur usaha manusia dalam memperlakukan nilai tersebut
b.      Mengukur kedudukan seseorang dalam menggunakan nilai tersebut
c.       Mengarahkan manusia dalam berpikir dan bertingkah laku
d.      Mengukur seberapa banyak orang yang menganut nilai tersebut
e.      Merupakan langkah awal bagi manusia untuk memperkuat kekuasaannya
 10.  Salah satu sumber informasi yang mendasari iteraksi adalah …
a.       Sikap diri
b.      Letak geografis
c.       Sosialisasi
d.      Asal-usul
e.      Penampilan fisik
 13.  Berikut ini yang merupakan tahapan dalam proses mendekatkan, adalah …
a.       Terminating
b.      Describing
c.       Stragnating
d.      Intensifying
e.      Extensifying
 14.   Adanya kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain disebut …
a.       Sugesti
b.      Imitasi
c.       Simpati
d.      Asimilasi
e.      Identifikasi
 15.   Bila seseorang telah mengadakan hubungan langsung seperti tatap muka, maka orang tersebut telah mengadakan . . .
a.       Kontak sekunder
b.      Kontak sekunder langsung
c.       Interaksi
d.      Kontak primer
e.      Kontak sekunder tidak langsung
 16.   Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada antara . . .
a.       Persaingan dan pertentangan
b.      Akomodasi dan asimilasi
c.       Kerjasama dan persaingan
d.      Pertentangan dan konflik
e.      Persaingan dan akomodasi
 17.  Jumlah pelakunya lebih dari dua. Adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Hal ini merupakan ciri dari . . .
a.       Integrasi sosial
b.      Perubahan sosial
c.       Interaksi sosial
d.      Komunikasi sosial
e.      Kontak social
 18.   Salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah sugesti. Sugesti berarti . . .
a.       Meniru perbuatan orang lain dengan berbagai perubahan
b.      Melakukan perbuatan sama seperti pihak lain
c.       Merasakan seperti apa yang dirasakan pihak lain
d.      Mengikuti pihak lain tanpa menggunakan alasan
e.      Melakukan perbuatan tanpa memperhatikan keberadaan orang lain
 19.   Ada empat macam jarak dalam interaksi sosial. Salah satunya adalah . . .
a.       Jarak waktu
b.      Jarak ruang
c.       Jarak pribadi
d.      Jarak tempat
e.      Jarak media
 20.   Bentuk interaksi antarindividu dengan kelompok berikut ini adalah . . .
a.       Adik meminta uang jajan kepada ibunya
b.      Penonton pertandingan bola berteriak secara serempak
c.       Ibu dan bapak bercakap-cakap di ruang tamu
d.      Toto melihat- lihat foto teman sekolahnya
e.      Ibu Indah mengajar sosiologi di kelas dua
 21.   Kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui surat atau telepon termasuk kontak . . .
a.       Sekunder tidak langsung
b.      Primer langsung
c.       Sekunder
d.      Primer tidak langsung
e.      Sekunder langsung
 22.   Bila si anak mulai menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau perilaku kelompoknya maka anak tersebut sudah mulai . . .
a.       Menengal norma
b.      Belajar bergaul
c.       Memahami nilai
d.      Berintegrasi
e.      Bersosialisasi
 23.   Agen sosialisasi pada tahap awal pembentuk kepribadian anak adalah . . .
a.       Teman bermain
b.      Teman belajar
c.       Keluarga
d.      Sekolah
e.      Media massa
 24.   Iklan yang ditayangkan melalui media televisi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hidup di masyarakat karena iklan berpotensi memicu . . .
a.       Perubahan pola hidup masyarakat
b.      Terjadinya benturan kepentingan
c.       Terjadinya kebrutalan anak-anak
d.      Timbulnya perilaku yang khas di masyarakat
e.      Perubahan pola pikir yang cenderung amoral
 25. Jika seseorang ingin diterima menjadi anggota kelompok sosial, maka ia harus menjalani proses . . .
a.       Institusionalisasi
b.      Nasionalisasi
c.       Sosialisasi
d.      Normalisasi
e.      Internalisasi
 26. Peranan sekolah dalam sosialisasi sangat berhubungan dengan kepastian ekonomi karena . . .
a.       Semua sekolah dapat menciptakan lapangan pekerjaan
b.      Sekolah adalah tempat bermain dan belajar
c.       Sekolah mengajarkan keterampilan dan pengetahuan
d.      Kurangnya sekolah merupakan indikator kemiskinan suatu daerah
e.      Kulaitas manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan
 27.   Proses sosialisasi primer yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh . . .
a.       Anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat
b.      Terjadinya peperangan atau disintegrasi keluarga
c.       Perubahan masyarakat yang terlalu cepat dan mendasar
d.      Kenakalan remaja yang semakin gencar dan meresakan
e.      Tidak adanya kepastian hukum di masyarakat
 28.   Masa di mana seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya dengan meniru disebut . . .
a.       Play stage
b.      Game stage
c.       Generalized stage
d.      Masa akil balig
e.      Masa kanak-kanak
 29.   Sosialisasi dalam pergaulan merupakan tipe sosialisasi . . .
a.       Formal
b.      Informal
c.       Material
d.      Immaterial
e.      Primer
 30.   Cara untuk menertibkan masyarakat yang melanggar aturan disebut . . .
a.       Lembaga sosial
b.      Pengendalian sosial
c.       Penaatan sosial
d.      Keteraturan sosial
e.      Ketertiban sosial






Kelas X


1.     Sosiologi lahir dari lontaran kekhawatiran seorang ahli filsafat Perancis yang bernama…
a.       Herbert Spencer
b.       Thomas Hobbes
c.       Lester Frank Ward
d.     Max Weber
e.      Auguste Comte
2.   Sosiologi didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif, dan menggunakan akal sehat. Hasil ini menunjukkan bahwa sosiologi bersifat…
a.       Empiris
b.      Teoritis
c.       Kumulatif
d.      Non-etis
e.      Praktis
 3.     Sosiologi memperlajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat. Ini merupakan definisi sosiologi menurut…
A        Selo Soemarjan
b.      Ogburn
c.       Durkheim
d.      Weber
e.      Spencer
 4.    Definisi sosiologi adalah…
a.       Ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia
b.      Ilmu yang mempelajari adat istiadat manusia
c.       Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan alam
d.      Ilmu yang mempelajari terjadinya manusia
e.      Ilmu pengetahuan tentang alam semesta
 5.   Contoh nilai yang sudah melembaga dalam kehidupan masyarakat antara lain…
a.       Gotong royong
b.      Sikap individualistik
c.       Sikap materialistik
d.      Konsumeristik
e.      Nepotisme
 6.   Suatu perubahan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi pola masyarakat disebut
a.       Usage
b.      Folkways
c.       Adat istiadat
d.      Mores
e.      Custom
 7.      Nilai kebenaran yang berguna bagi rohani manusia bersumber pada…
a.       Kepercayaan terhadap suatu agama
b.      Keyakinan diri sendiri
c.       Perasaan manusia
d.      Unsur akal manusia
e.      Unsur indera manusia
8.   Kehidupan dalam suatu masyarakat akan berjalan tertib dan teratur jika anggota masyarakat sendiri bertindak sesuai dengan yang diharapka, yang berpedoman pada …
a.       Apa yang dikehendaki
b.      Kebiasaan yang telah mendarah daging
c.       Aturan penguasa
d.      Norma yang berlaku
e.      Simbol-simbol kekuasaan
 9.   Nilai-nilai sosial mempunyai fungsi umum, antara lain…
a.       Mengukur usaha manusia dalam memperlakukan nilai tersebut
b.      Mengukur kedudukan seseorang dalam menggunakan nilai tersebut
c.       Mengarahkan manusia dalam berpikir dan bertingkah laku
d.      Mengukur seberapa banyak orang yang menganut nilai tersebut
e.      Merupakan langkah awal bagi manusia untuk memperkuat kekuasaannya
 10.  Salah satu sumber informasi yang mendasari iteraksi adalah …
a.       Sikap diri
b.      Letak geografis
c.       Sosialisasi
d.      Asal-usul
e.      Penampilan fisik
 13.  Berikut ini yang merupakan tahapan dalam proses mendekatkan, adalah …
a.       Terminating
b.      Describing
c.       Stragnating
d.      Intensifying
e.      Extensifying
 14.   Adanya kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain disebut …
a.       Sugesti
b.      Imitasi
c.       Simpati
d.      Asimilasi
e.      Identifikasi
 15.   Bila seseorang telah mengadakan hubungan langsung seperti tatap muka, maka orang tersebut telah mengadakan . . .
a.       Kontak sekunder
b.      Kontak sekunder langsung
c.       Interaksi
d.      Kontak primer
e.      Kontak sekunder tidak langsung
 16.   Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada antara . . .
a.       Persaingan dan pertentangan
b.      Akomodasi dan asimilasi
c.       Kerjasama dan persaingan
d.      Pertentangan dan konflik
e.      Persaingan dan akomodasi
 17.  Jumlah pelakunya lebih dari dua. Adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Hal ini merupakan ciri dari . . .
a.       Integrasi sosial
b.      Perubahan sosial
c.       Interaksi sosial
d.      Komunikasi sosial
e.      Kontak social
 18.   Salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah sugesti. Sugesti berarti . . .
a.       Meniru perbuatan orang lain dengan berbagai perubahan
b.      Melakukan perbuatan sama seperti pihak lain
c.       Merasakan seperti apa yang dirasakan pihak lain
d.      Mengikuti pihak lain tanpa menggunakan alasan
e.      Melakukan perbuatan tanpa memperhatikan keberadaan orang lain
 19.   Ada empat macam jarak dalam interaksi sosial. Salah satunya adalah . . .
a.       Jarak waktu
b.      Jarak ruang
c.       Jarak pribadi
d.      Jarak tempat
e.      Jarak media
 20.   Bentuk interaksi antarindividu dengan kelompok berikut ini adalah . . .
a.       Adik meminta uang jajan kepada ibunya
b.      Penonton pertandingan bola berteriak secara serempak
c.       Ibu dan bapak bercakap-cakap di ruang tamu
d.      Toto melihat- lihat foto teman sekolahnya
e.      Ibu Indah mengajar sosiologi di kelas dua
 21.   Kontak yang terjadi antara masing-masing pihak melalui surat atau telepon termasuk kontak . . .
a.       Sekunder tidak langsung
b.      Primer langsung
c.       Sekunder
d.      Primer tidak langsung
e.      Sekunder langsung
 22.   Bila si anak mulai menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau perilaku kelompoknya maka anak tersebut sudah mulai . . .
a.       Menengal norma
b.      Belajar bergaul
c.       Memahami nilai
d.      Berintegrasi
e.      Bersosialisasi
 23.   Agen sosialisasi pada tahap awal pembentuk kepribadian anak adalah . . .
a.       Teman bermain
b.      Teman belajar
c.       Keluarga
d.      Sekolah
e.      Media massa
 24.   Iklan yang ditayangkan melalui media televisi mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan hidup di masyarakat karena iklan berpotensi memicu . . .
a.       Perubahan pola hidup masyarakat
b.      Terjadinya benturan kepentingan
c.       Terjadinya kebrutalan anak-anak
d.      Timbulnya perilaku yang khas di masyarakat
e.      Perubahan pola pikir yang cenderung amoral
 25. Jika seseorang ingin diterima menjadi anggota kelompok sosial, maka ia harus menjalani proses . . .
a.       Institusionalisasi
b.      Nasionalisasi
c.       Sosialisasi
d.      Normalisasi
e.      Internalisasi
 26. Peranan sekolah dalam sosialisasi sangat berhubungan dengan kepastian ekonomi karena . . .
a.       Semua sekolah dapat menciptakan lapangan pekerjaan
b.      Sekolah adalah tempat bermain dan belajar
c.       Sekolah mengajarkan keterampilan dan pengetahuan
d.      Kurangnya sekolah merupakan indikator kemiskinan suatu daerah
e.      Kulaitas manusia ditentukan oleh tingkat pendidikan
 27.   Proses sosialisasi primer yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh . . .
a.       Anak yang dilahirkan dalam keadaan cacat
b.      Terjadinya peperangan atau disintegrasi keluarga
c.       Perubahan masyarakat yang terlalu cepat dan mendasar
d.      Kenakalan remaja yang semakin gencar dan meresakan
e.      Tidak adanya kepastian hukum di masyarakat
 28.   Masa di mana seorang anak mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya dengan meniru disebut . . .
a.       Play stage
b.      Game stage
c.       Generalized stage
d.      Masa akil balig
e.      Masa kanak-kanak
 29.   Sosialisasi dalam pergaulan merupakan tipe sosialisasi . . .
a.       Formal
b.      Informal
c.       Material
d.      Immaterial
e.      Primer
 30.   Cara untuk menertibkan masyarakat yang melanggar aturan disebut . . .
a.       Lembaga sosial
b.      Pengendalian sosial
c.       Penaatan sosial
d.      Keteraturan sosial
e.      Ketertiban sosial




Rabu, 12 Agustus 2015

startifikasi sosial



Stratifikasi Sosial - Suatu masyarakat yang memiliki kriteria dan ukuran penghargaan tertentu terhadap hal-hal yang terdapat dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran penghargaan yang lebih tinggi terhadap suatu hal, akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi daripada hal-hal lain. Fenomena sosial tersebut menimbulkan lapisan masyarakat yang membedakan kedudukan atau posisi seseorang atau dikelompok sosial secara vertikal atau stratifikasi Sosial.

A. Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratafikasi berasal dari kata bahasa Latin, statum. Arti kata ini adalah lapisan atau pelapisan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, stratafikasi sosial berarti lapisan yang terdapat di masyarakat. Stratafikasi masyarakat merupakan perbedaan yang terdapat di masyarakat dalam tingkat yang vertikal. Perbedaan secara vertical menyatakan bahwa di dalam masyarakat terdapat perbedaan tinggi/ rendah status (kedudukan) seseorang.

Berikut di bawah ini merupakan pengertian stratifikasi sosial berdasarkan pendapat para ahli, diantaranya adalah:
  1. Pitirim A. Sorokin
    Stratifikasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin, mengemukakan bahwa inti dari lapisan sosial adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban dengan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggotaanggota masyarakat.

  1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
    Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

  1. Soejono Soekanto
    Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal.

  1. Astried S. Susanto
    Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun mendatar dalam masyarakatnya.

  1. D. Hendropuspito OC
    Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan

  1. Bruce J. Cohen
    Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.

  1. Robert M.Z. Lawang
    Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privelese dan prestise.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pelapiasan sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Mengapa di dalam masyarakat terdapat pelapisan sosial? Pelapisan sosial akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu yang dihargai.

B. Dasar Ukuran Stratifikasi Sosial

Dalam masyarakat, khususnya di Indonesia ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan (kelas sosial) tertentu adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran Kekayaan
    Kekayaan atau materi dapat dijadikan sebagai ukuran penempatan status seseorang dalam lapisan masyarakat. Oleh karenanya, orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihormati dan dihargai daripada orang miskin. Ukuran kekayaan ini dapat dilihat dari bentuk rumah modern, jenis pakaian yang dipakai, pemilikan sarana komunikasi dan transportasi, serta kebiasaan mengonsumsi barang-barang mewah.

  1. Ukuran Kekuasaan
    Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah. Contoh: pimpinan perusahaan dengan karyawannya.

  1. Ukuran Keturunan
    Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam hal ini keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Contoh: gelar Andi di masyarakat Bugis, Raden di masyarakat Jawa, dan Tengku di masyarakat Aceh. Kesemua gelar ini diperoleh berdasarkan kelahiran atau keturunan. Apabila seseorang berasal dari keluarga bangsawan secara otomatis orang tersebut menempati lapisan atas berdasarkan keturunannya.

  1. Ukuran Kepandaian atau Ilmu Pengetahuan
    Kepandaian serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dapat pula menjadi dasar dalam pelapisan sosial. Seseorang yang berpendidikan tinggi atau bergelar sarjana tentunya mempunyai status yang lebih tinggi. Sebagaimana orang yang menguasai ilmu pengetahuan akan menempati posisi yang paling tinggi dalam sistem pelapisan masyarakat. Contoh: profesor, doktor, dan lainlain.


C. Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial

Terbentuknya stratifikasi sosial dalam masyarakat dikarenakan adanya sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai. Perkembangan zaman yang senantiasa berubah, sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai pun berubah. Perubahan tersebut lah yang menjadikan bentuk-bentuk stratifikasi semakin beragam. Secara garis besar bentuk-bentuk stratifikasi sosial sebagai berikut.

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi
    Dalam stratifikasi ini dikenal dengan sebutan kelas sosial. Kelas sosial dalam ekonomi didasarkan pada jumlah pemilikan kekayaan atau penghasilan. Secara umum klasifikasi kelas sosial terdiri atas tiga kelompok sebagai berikut.
    • Kelas Sosial Atas
    • Kelas Sosial Menengah
    • Kelas Sosial Bawah

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial
    Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelompok tingkatan sosial berdasarkan status sosialnya. Oleh karena itu, anggota masyarakat yang memiliki kedudukan sosial yang terhormat menempati kelompok lapisan tertinggi. Sebaliknya, anggota masyarakat yang tidak memiliki kedudukan sosial akan menempati pada lapisan lebih rendah. Contoh: seorang tokoh agama atau tokoh masyarakat akan menempati posisi tinggi dalam pelapisan sosial.

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik
    Status sosial yang berdasarkan kriteria politik merupakan penggolongan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimiliki. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki, maka semakin tinggi pula statusnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

    Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik menjadikan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok lapisan atas yaitu elite kekuasaan disebut juga kelompok dominan (menguasai) sedangkan kelompok lapisan bawah, yaitu orang atau kelompok masyarakat yang dikuasai disebut massa atau kelompok terdominasi (terkuasai).

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Pendidikan
    Antara kelas sosial dan pendidikan saling memengaruhi. Hal ini dikarenakan untuk mencapai pendidikan tinggi diperlukan uang yang cukup banyak. Selain itu, diperlukan juga motivasi, kecerdasan, dan ketekunan. Oleh karena itu, tinggi dan rendahnya pendidikan akan berpengaruh pada jenjang kelas sosial.

D. Sifat-sifat Stratifikasi Sosial

Dalam sosiologi dikenal tiga sistem stratifikasi sosial, yaitu stratifikasi sosial tertutup, stratifikasi sosial terbuka, dan stratifikasi sosial campuran.

  1. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
    Stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakat dapat digambarkan seperti pada gambar di samping. Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Satu-satunya jalan untuk masuk dalam stratifikasi ini melalui kelahiran atau keturunan. Wujud nyata dari stratifikasi ini adalah sistem kasta di Bali. Kaum Sudra tidak dapat pindah posisi ke lapisan Brahmana. Atau masyarakat rasialis, kulit hitam (Negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.

  1. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
    Stratifikasi sosial terbuka bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horizontal. Pada umumnya, sistem pelapisan ini, memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk naik ke strata yang lebih tinggi, atau turun ke strata yang lebih rendah. Selain itu, sistem pelapisan terbuka memberikan perangsang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat. Contoh, seorang yang miskin karena usaha dan kerja keras dapat menjadi kaya, atau sebaliknya.

  1. Stratifikasi Campuran
    Stratifikasi campuran diartikan sebagai sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain. Contoh: seorang raden yang mempunyai kedudukan terhormat di tanah Jawa, namun karena sesuatu hal ia pindah ke Jakarta dan menjadi buruh. Keadaan itu menjadikannya memiliki kedudukan rendah maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

E. Pengaruh Stratifikasi Sosial

Setiap bentuk stratifikasi yang ada dalam masyarakat (sistem lapisan sosial) akan mempunyai konsekuensi. Beberapa konsekuensi dari adanya stratifikasi sosial, yaitu:

  1. Timbulnya Kelas Soisal
    Stratifikasi sosial menggolonggolongkan masyarakat ke dalam kelompokkelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial atas akan mengembangkan pola-pola tertentu dan akan sangat membatasi anggotanya agar berbeda dari kelompok lainnya. Sebaliknya, kelompok yang ada di bawahnya akan berusaha meniru kelompok sosial yang berada di atasnya.

    Kelompok yang berada di atas adalah kelompok yang mempunyai kekuatan ekonomi, yaitu kelompok orang kaya. Mereka mengukur segala sesuatu dengan uang. Prestise atau gengsi menjadi bagian dari hidupnya. Mereka ingin menjadi kelompok yang dipandang tinggi, sehingga tidak segan menghamburkan uang demi menjaga gengsinya tersebut.

  1. Kesenjangan Sosial
    Konsekuensi lain sebagai akibat dari stratifikasi sosial adalah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Tentu saja kesenjangan sosial lebih didominasi oleh perbedaan tingkat ekonomi. Kelompok atas yang kaya, dengan kekayaannya akan semakin kuat untuk bertahan hidup. Sebaliknya, kelompok bawah yang miskin akan menjadi kelompok yang terpinggirkan.

  1. Polarisasi Power
    Polarisasi berarti pembagian suatu unsur menjadi dua bagian yang berlawanan, sedangkan power sendiri diartikan sebagai kekuatan. Jadi, secara bebas polarisasi power dapat didefininisikan sebagai pembagian kekuatan.

    Dalam hal ini, pembagian masyarakat menjadi dua kelas, yaitu kelas atas dan kelas bawah yang tidak lagi didasarkan hanya pada kehormatan saja, akan tetapi lebih pada unsur kepentingan dan kekuatan dari dua kelompok masyarakat tersebut yang saling berlawanan.


Stratifikasi Sosial - Suatu masyarakat yang memiliki kriteria dan ukuran penghargaan tertentu terhadap hal-hal yang terdapat dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran penghargaan yang lebih tinggi terhadap suatu hal, akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi daripada hal-hal lain. Fenomena sosial tersebut menimbulkan lapisan masyarakat yang membedakan kedudukan atau posisi seseorang atau dikelompok sosial secara vertikal atau stratifikasi Sosial.

A. Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratafikasi berasal dari kata bahasa Latin, statum. Arti kata ini adalah lapisan atau pelapisan. Dalam kaitannya dengan masyarakat, stratafikasi sosial berarti lapisan yang terdapat di masyarakat. Stratafikasi masyarakat merupakan perbedaan yang terdapat di masyarakat dalam tingkat yang vertikal. Perbedaan secara vertical menyatakan bahwa di dalam masyarakat terdapat perbedaan tinggi/ rendah status (kedudukan) seseorang.

Berikut di bawah ini merupakan pengertian stratifikasi sosial berdasarkan pendapat para ahli, diantaranya adalah:
  1. Pitirim A. Sorokin
    Stratifikasi sosial diartikan sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (herarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin, mengemukakan bahwa inti dari lapisan sosial adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, kewajiban dengan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggotaanggota masyarakat.

  1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
    Stratifikasi sosial berarti sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.

  1. Soejono Soekanto
    Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal.

  1. Astried S. Susanto
    Stratifikasi sosial adalah hasil kebiasaan hubungan antarmanusia secara teratur dan tersusun sehingga setiap orang, setiap saat mempunyai situasi yang menentukan hubungannya dengan orang secara vertikal maupun mendatar dalam masyarakatnya.

  1. D. Hendropuspito OC
    Stratifikasi sosial adalah tatanan vertikal berbagai lapisan sosial berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan

  1. Bruce J. Cohen
    Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.

  1. Robert M.Z. Lawang
    Stratifikasi sosial adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privelese dan prestise.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa pelapiasan sosial adalah pembedaan masyarakat ke dalam kelas-kelas secara vertikal, yang diwujudkan dengan adanya tingkatan masyarakat dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah. Mengapa di dalam masyarakat terdapat pelapisan sosial? Pelapisan sosial akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu yang dihargai.

B. Dasar Ukuran Stratifikasi Sosial

Dalam masyarakat, khususnya di Indonesia ukuran atau kriteria yang biasa dipakai untuk menggolong-golongkan anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan (kelas sosial) tertentu adalah sebagai berikut:

  1. Ukuran Kekayaan
    Kekayaan atau materi dapat dijadikan sebagai ukuran penempatan status seseorang dalam lapisan masyarakat. Oleh karenanya, orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihormati dan dihargai daripada orang miskin. Ukuran kekayaan ini dapat dilihat dari bentuk rumah modern, jenis pakaian yang dipakai, pemilikan sarana komunikasi dan transportasi, serta kebiasaan mengonsumsi barang-barang mewah.

  1. Ukuran Kekuasaan
    Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah. Contoh: pimpinan perusahaan dengan karyawannya.

  1. Ukuran Keturunan
    Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Dalam hal ini keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Contoh: gelar Andi di masyarakat Bugis, Raden di masyarakat Jawa, dan Tengku di masyarakat Aceh. Kesemua gelar ini diperoleh berdasarkan kelahiran atau keturunan. Apabila seseorang berasal dari keluarga bangsawan secara otomatis orang tersebut menempati lapisan atas berdasarkan keturunannya.

  1. Ukuran Kepandaian atau Ilmu Pengetahuan
    Kepandaian serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dapat pula menjadi dasar dalam pelapisan sosial. Seseorang yang berpendidikan tinggi atau bergelar sarjana tentunya mempunyai status yang lebih tinggi. Sebagaimana orang yang menguasai ilmu pengetahuan akan menempati posisi yang paling tinggi dalam sistem pelapisan masyarakat. Contoh: profesor, doktor, dan lainlain.


C. Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial

Terbentuknya stratifikasi sosial dalam masyarakat dikarenakan adanya sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai. Perkembangan zaman yang senantiasa berubah, sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai pun berubah. Perubahan tersebut lah yang menjadikan bentuk-bentuk stratifikasi semakin beragam. Secara garis besar bentuk-bentuk stratifikasi sosial sebagai berikut.

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi
    Dalam stratifikasi ini dikenal dengan sebutan kelas sosial. Kelas sosial dalam ekonomi didasarkan pada jumlah pemilikan kekayaan atau penghasilan. Secara umum klasifikasi kelas sosial terdiri atas tiga kelompok sebagai berikut.
    • Kelas Sosial Atas
    • Kelas Sosial Menengah
    • Kelas Sosial Bawah

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial
    Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam kelompok tingkatan sosial berdasarkan status sosialnya. Oleh karena itu, anggota masyarakat yang memiliki kedudukan sosial yang terhormat menempati kelompok lapisan tertinggi. Sebaliknya, anggota masyarakat yang tidak memiliki kedudukan sosial akan menempati pada lapisan lebih rendah. Contoh: seorang tokoh agama atau tokoh masyarakat akan menempati posisi tinggi dalam pelapisan sosial.

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik
    Status sosial yang berdasarkan kriteria politik merupakan penggolongan anggota masyarakat berdasarkan tingkat kekuasaan yang dimiliki. Semakin besar kekuasaan yang dimiliki, maka semakin tinggi pula statusnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

    Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik menjadikan masyarakat terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok lapisan atas yaitu elite kekuasaan disebut juga kelompok dominan (menguasai) sedangkan kelompok lapisan bawah, yaitu orang atau kelompok masyarakat yang dikuasai disebut massa atau kelompok terdominasi (terkuasai).

  1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Pendidikan
    Antara kelas sosial dan pendidikan saling memengaruhi. Hal ini dikarenakan untuk mencapai pendidikan tinggi diperlukan uang yang cukup banyak. Selain itu, diperlukan juga motivasi, kecerdasan, dan ketekunan. Oleh karena itu, tinggi dan rendahnya pendidikan akan berpengaruh pada jenjang kelas sosial.

D. Sifat-sifat Stratifikasi Sosial

Dalam sosiologi dikenal tiga sistem stratifikasi sosial, yaitu stratifikasi sosial tertutup, stratifikasi sosial terbuka, dan stratifikasi sosial campuran.

  1. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
    Stratifikasi sosial tertutup dalam masyarakat dapat digambarkan seperti pada gambar di samping. Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Satu-satunya jalan untuk masuk dalam stratifikasi ini melalui kelahiran atau keturunan. Wujud nyata dari stratifikasi ini adalah sistem kasta di Bali. Kaum Sudra tidak dapat pindah posisi ke lapisan Brahmana. Atau masyarakat rasialis, kulit hitam (Negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.

  1. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
    Stratifikasi sosial terbuka bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horizontal. Pada umumnya, sistem pelapisan ini, memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk naik ke strata yang lebih tinggi, atau turun ke strata yang lebih rendah. Selain itu, sistem pelapisan terbuka memberikan perangsang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat. Contoh, seorang yang miskin karena usaha dan kerja keras dapat menjadi kaya, atau sebaliknya.

  1. Stratifikasi Campuran
    Stratifikasi campuran diartikan sebagai sistem stratifikasi yang membatasi kemungkinan berpindah strata pada bidang tertentu, tetapi membiarkan untuk melakukan perpindahan lapisan pada bidang lain. Contoh: seorang raden yang mempunyai kedudukan terhormat di tanah Jawa, namun karena sesuatu hal ia pindah ke Jakarta dan menjadi buruh. Keadaan itu menjadikannya memiliki kedudukan rendah maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

E. Pengaruh Stratifikasi Sosial

Setiap bentuk stratifikasi yang ada dalam masyarakat (sistem lapisan sosial) akan mempunyai konsekuensi. Beberapa konsekuensi dari adanya stratifikasi sosial, yaitu:

  1. Timbulnya Kelas Soisal
    Stratifikasi sosial menggolonggolongkan masyarakat ke dalam kelompokkelompok sosial yang berbeda. Kelompok sosial atas akan mengembangkan pola-pola tertentu dan akan sangat membatasi anggotanya agar berbeda dari kelompok lainnya. Sebaliknya, kelompok yang ada di bawahnya akan berusaha meniru kelompok sosial yang berada di atasnya.

    Kelompok yang berada di atas adalah kelompok yang mempunyai kekuatan ekonomi, yaitu kelompok orang kaya. Mereka mengukur segala sesuatu dengan uang. Prestise atau gengsi menjadi bagian dari hidupnya. Mereka ingin menjadi kelompok yang dipandang tinggi, sehingga tidak segan menghamburkan uang demi menjaga gengsinya tersebut.

  1. Kesenjangan Sosial
    Konsekuensi lain sebagai akibat dari stratifikasi sosial adalah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial merupakan perbedaan jarak antara kelompok atas dengan kelompok bawah. Tentu saja kesenjangan sosial lebih didominasi oleh perbedaan tingkat ekonomi. Kelompok atas yang kaya, dengan kekayaannya akan semakin kuat untuk bertahan hidup. Sebaliknya, kelompok bawah yang miskin akan menjadi kelompok yang terpinggirkan.

  1. Polarisasi Power
    Polarisasi berarti pembagian suatu unsur menjadi dua bagian yang berlawanan, sedangkan power sendiri diartikan sebagai kekuatan. Jadi, secara bebas polarisasi power dapat didefininisikan sebagai pembagian kekuatan.

    Dalam hal ini, pembagian masyarakat menjadi dua kelas, yaitu kelas atas dan kelas bawah yang tidak lagi didasarkan hanya pada kehormatan saja, akan tetapi lebih pada unsur kepentingan dan kekuatan dari dua kelompok masyarakat tersebut yang saling berlawanan.
 
Zadatul Fik Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template